Aku ditolak?
"Mom, aku sedikit telat harus membeli sesuatu"
Adelia mengetik pesan diponselnya mengabari mom Sovia agar tidak menunggu saat makan malam. sepulang dari kampus Adelia berencana berbelanja membeli bahan makanan.
Mengemudikan mobilnya menuju supermarket yang tak jauh dari kampusnya. tepat beberapa meter dari mobilnya terparkir sebuah sedan mewah berwarna hitam ikut berenti.
Adelia memilih bahan memasukkan kedalam keranjang.
"Labu...."
Adelia memikirkan satu ide untuk mengolah labu ditangannya. lalu mencari bahan lain saat mundur dirinya menabrak sesuatu dan secepatnya membalikkan badannya.
"Aahh, maaf"
"Kau sengaja menabrakku"
"Ha? Eldrian__"
Adelia menoleh kanan kiri seperti mencari benda hilang tetapi tidak tahu apa yang dicarinya lalu meraih keranjang tadi sempat jatuh terlepas dari genggamannya dan kembali fokus pada tujuan semula.
"Kau harus tanggung jawab karena menabrakku"
Eldrian memegang dadanya pura-pura kesakitan jelas tadi dia yang sengaja berdiri dibelakang gadis berambut panjang itu. dia mengikuti Adelia saat keluar dari fakultasnya.
"Kau yang berdiri terlalu dekat jangan salahkan aku, ini tempat umum dan luas apa kau sengaja mengikuti sampai kesini?"
Sarkas Adelia tak mau kalah. Dan tak ingin berlama setelah mendapatkan semua yang dibutuhkan dia ke kasir membayar belanjaannya.
"Aku sudah disini sebelum kau mundur mengambil kotak s**u, Aku bebas dimanapun seperti katamu ini tempat umum, Aku mengikutimu? sayangnya itu benar sekali gadis cantik. Harusnya kau meminta maaf."
Eldrian dengan seringai menggodanya berkacak pinggang bersikap seolah dialah korban.
"Maaf, aku sudah meminta maaf Eldrian"
"Setelah aku pikir-pikir tidak cukup Sekedar kata maaf gadis cantik"
Eldrian merebut kantung belanja dari tangan Adelia lalu berjalan mendahului.
"Hei!" teriak Adelia kesal dengan laki-laki menyebalkan yang selalu mengganggu dikampus.
Eldrian menoleh angkuh kebelakang sekali lalu mengangkat kantung belanja ke udara menggoyang-goyangkan.
"Kau ingin ini ikut aku"
Eldrian kerap menjahili gadis cantik itu namun tak pernah direspon, berharap aksi nekatnya berhasil menarik perhatian Adelia.
Mau tidak mau dengan Adelia berat hati mengikuti langkah Eldrian didepannya.
"Eldrian...kembalikan barang-barangku"
"Akan kukembalikan, tapi dengan satu syarat makan malam denganku"
"Tidak, keluarga menungguku untuk makan malam"
Adelia menjawab asal padahal ini hari sudah hampir gelap artinya sebentar lagi jam makan malam.
"Ini persyaratan agar kukembalikan kantung belanjaanmu"
"Aku keberatan"
"Aku tidak, Aku juga berhak menolak mengembalikan ini"
Eldrian menunjukkan kantung belanja yang akan dimasukkan kebagasinya.
"Ayoo Adelia hanya makan malam uem"
Eldrian mengedipkan matanya pada gadis yang terlihat mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"Aku tidak bisa..."
"Fine, Kalau kau menolak makan denganku maka jadilah pacarku. Dengan begitu aku bisa membawamu sesuka hati tanpa butuh persetujuanmu dan tidak ada tawar menawar"
"Eldrian! Apa begini caranya menyatakan perasaan pada seorang gadis"
"Aku baru pertama kali melakukannya, sejauh ini gadis-gadis yang menyerah diri secara sukarela"
Eldrian menyombongkan diri tak pernah membuang waktu dan tenaga merayu wanita untuk berkencan singkat semalam.
Adelia bertambah kesal pada Eldrian begini cara lelaki itu semena-mena. apa hebat prestasi kencan dengan banyak wanita bayaran.
"Maaf Eldrian aku harus pulang sekarang juga, Dan aku tidak berminat menjadi pacarmu."
Adelia merebut paksa kantung belanja dari bagasi mobil Eldrian yang belum ditutup memindahkan ke dalam mobilnya. lalu duduk dibelakang stir melajukan mobilnya diatas kecepatan rata-rata.
Eldrian memukul dan menendang pintu mobilnya.
"Apa itu!! Aku ditolak!!"
Tak terima ditolak gadis incarannya menutup pintu mobil membanting keras.
***
Adelia tiba di puri Greenland dengan wajah ditekuk sepanjang jalan memberhentikan mobilnya dihalaman lalu membawa masuk belanjaan meletakkan didapur.
"Nona muda bibi saja yang menyusun ini"
"Hhmmm terima kasih bi, Mommy dimana?"
"Nyonya dikamar, Apa nona muda sudah makan malam biar bibi hangatkan"
"Boleh bi, Aku mandi setelah itu makan"
"Silahkan nona bibi siapkan makanannya"
Adelia menapaki tangga naik kelantai dua. masuk kekamarnya menanggalkan pakaian lalu kekamar mandi membasuh dirinya dipancuran shower air hangat.
Harum gardenia menyeruak dari putri bangsawan yang seputih s**u. tak ingin lebih larut lagi karena sudah melewatkan jam makan malamnya segera memakai terusan santai dan turun menuju ruang makan dimana makanan sudah terhidang. Adelia memotong daging panggang panggang dengan saus jamur dan melahap perlahan.
Selesai makan kembali naik kekamarnya setelah duduk sebentar memeriksa layar ponselnya lalu merebahkan diri yang sudah lelah beraktifitas seharian penuh.
***
Pagi ini Adelia bangun lebih awal membuatkan sarapan dibantu pelayan.
"Nona sepertinya sangat lezat"
"Bi ini belum matang bagaimana bisa menebak kalau ini enak"
"Bibi tahu nona, Semua masakan nona favorit keluarga bahkan bibi yang sudah puluhan tahun memasak tidak seenak masakan nona"
"Bi, Masakan bibi tetap paling enak"
Adelia memegang kedua tangan pelayannya yang mengurusnya dari kecil hingga sekarang.
"Nona, bibi terharu sekali"
Tiiing...
Alarm oven berbunyi tanda makanan yang dipanggang sudah matang.
"Hhhmmm harum sekali kamu memasak apa sarapan kita pagi ini sayang?"
Tanya mom Sovia yang menuju dapur hendak menyeduh kopi untuk suaminya. meski segala sesuatu dibantu pelayan dalam hal membuat kopi dari awal pernikahan mom Sovia tetap membuat sendiri kopi untuk tuan Wintama. Karena hanya kopi racikan nyonya Sovia yang sesuai selera pria bangsawan bermata sipit itu
"Aaaa resep ini terbaru Pumpkin Cake Almond mom, Aku juga sudah membuat roti gandum tuna asap dan salad buah"
Jawab Adelia sembari mengeluarkan cake dari loyang yang masih panas
"Waahhh mom gak sabar mau nyicipin"
Nyonya sovia duduk menunggu di meja makan
"Oke mom segera"
Jawab Adelia memotong cake yang baru mateng
"Pagi Dad"
Sapa Adel pada Tuan Wintama meletakkan cake diatas meja
"Pagi sayang... Mom kamu yakin ini bisa dimakan?"
Ledek Tuan Wintama menunjuk pada cake yang baru dimasak Adel
"Dad..!!"
Kesal Adel memajukan bibir merah mudanya membuat Daddy dan Mommynya tertawa bersama.
***
Jasmina Adelia Wintama putri semata wayang dari pasangan Lee Wintama pria keturunan tionghoa adalah seorang CEO Wins Corporation yang bergerak dibidang telekomunikasi dan properti, salah satu perusahaan terbesar di kota XXX dan Sovia Eleanoor berdarah Eropa.
Adelia gadis berumur 22 tahun berparas cantik kulit seputih s**u langsing berlekuk dengan tinggi 165 cm memiliki rambut hitam lurus panjang berbulu mata lentik pipi dan bibir merona seperti bunga mawar merah muda.
Adelia mewarisi paras perpaduan dari kedua orang tuanya. mahasiswi jurusan kuliner di sebuah Universitas ternama, Calon Chef ini setiap harinya sangat antusias mencoba resep-resep yang tercetus dipikirannya.
Meskipun memiliki beberapa asisten rumah tangga semenjak SMA Adelia sudah terbiasa memasak sarapan, makan siang terkadang makan malam untuk keluarga dibantu bi Rum asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja semenjak Tuan Wintama dan Nyonya Sovia baru menikah.
"Dad Mom, malam ini aku Dante janji bertemu distudio musiknya. Maaf aku tidak ikut makan malam seperti kemarin"
Kata Adelia menyeka mulut dengan serbet selesai menyantap sarapan
"Mmm... Gadis kecil Dad sudah mulai berkencan?"
Jawab Tuan Win sambil menyesap kopi menyudahi sarapannya.
"Dad, Aku masih ingin fokus pada kuliahku yang sebentar lagi selesai. Dan aku terlalu sibuk di Restorant"
Jawab Adelia asal setiap ayahnya menyinggung perihal kedekatannya dengan pria.
"Adelia bawakan Dante kue mom yakin dia pasti menyukai Kue yang enak dibuat dengan cinta. Setiap masakannya yang kau buat tergantung suasana hatimu"
Kata mom Sovia memuji masakan putrinya yang layak diacungkan jempol setara koki profesional di Restorant mereka.
"Mom please___"
Adelia menghela nafasnya karena guyonan sekaligus pujian mom Sovia
"Kau benar sayang, Aku jatuh cinta karena kopi buatanmu, Aku rasa Dante tak jauh berbeda"
Tuan Wintama ikutan mencandai Adelia
"Dad..!!! Tenang mom sudah aku menyiapkan dikotak bekal untuknya"
Senyum manja adelia pada mom Sovia sebelumnya mendelik kesal pada Daddynya
***