Pagi rasanya datang lebih lama. Langit masih gelap, tidak ada tanda-tanda fajar telah muncul. Awan kelabu bergelung di langit, menutup eksistensi bulan yang masih setengah umurnya. Justin memeluk sosok di dalam dekapannya kian erat. Menghirup aroma mawar yang menguar dalam-dalam. Tangannya tidak mau berhenti untuk menyentuh kulit sehalus beludru itu. Hana bergerak di dalam tidurnya, membuat gerakan tangan Justin di bahunya terhenti, tapi Hana ternyata hanya bergerak untuk merasuk lebih dalam. Justin tersenyum. Matanya masih terbuka lebar, enggan untuk dibawa tidur setelah apa yang terjadi di antara mereka. Kemudian, dia ingat akan sesuatu. Lantas, dengan sangat perlahan, Justin melepaskan dirinya dari Hana dan bangkit dari ranjang. Dia memakai celananya kembali, kemudian keluar dari ka

