Chapter 45 [END]

2243 Kata

Di sekelilingnya, memang tersisa rumah-rumah dan sebuah gedung sekolah yang masih berdiri kokoh, namun di satu titik besar ini, telah rata dengan tanah. Asap melayang-layang di udara, api masih sedikit menyala, melahap sisa puing-puing bangunan yang roboh, tidak menyisakan satu pun tampak utuh. Berita bilang, korban telah dievakuasi. Namun siapa yang terlalu baik melakukannya? Ketika yang saat ini Hana lihat adalah mayat-mayat bergelimpangan gosong di mana-mana. Dia tidak merasa ingin muntah. Tidak menangis. Tidak juga mengatakan sepatah kata. Hanya kehampaan yang saat ini dirasanya. Ketika ia lihat beberapa pria dengan seragam khusus mulai memasuki kembali wilayah tersebut, yang Hana ingat hanyalah nama Allah, Allah, dan Allah, dan seberapa besar dan nyata azabNya kelak. Ali memegang

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN