Suara ketukan di pintu mengalihkan perhatian Hana. Dia menutup Al-Qur’an yang tengah ia baca, mencium sampulnya, lalu meletakkannya ke atas lemari buku. Barulah setelah itu hana melangkah menuju pintu dan membukanya. “Vionna!” seru Hana dengan wajah berseri-seri. Vionna yang melihat itu memutar matanya jengah. Lalu menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang berwarna hitam dengan pita berwarna merah di atasnya. “Apa ini?” tanya Hana, ragu-ragu diraihnya kotak itu. “Aku tidak tahu,” jawab Vionna. Hana beralih menatap Vionna dengan alis yang hampir menyatu. “Dari Ellina. Dia bilang…” Suara Vionna hilang begitu saja ketika matanya tanpa sengaja melirik ke arah dalam kamar Hana dan langsung tertuju pada sosok pria yang baru saja keluar dari kamar mandi dan tengah berjalan dengan santai di

