“Uncle!” Clara berlari ke arah Justin sesaat setelah pria itu membuka pintu, lalu memeluknya dan Justin mengangkatnya dalam gendongan. Gadis dengan rambut pendek yang dikepang itu menggesekkan pipinya pada wajah Justin dan tertawa. “Halo, Clara,” sapa Justin dengan senyuman lebar. Dari arah dapur, muncul seorang wanita cantik dengan rambut pirang panjang yang diikat ke belakang, celemek menempel di tubuh bagian depannya. Dia tersenyum melihat interaksi dua orang itu. Lalu senyumannya semakin lebar ketika matanya bertemu dengan tatapan yang seketika berubah dingin itu. “Angeline.” Angeline pun mendekati mereka dan menurunkan Clara dari gendongan pria di hadapannya. Lalu Angeline berdiri tegak lagi dan mencium bibir Justin sekilas sambil tersenyum lebar. “Justin, aku benar-benar merind

