Adakah yang lebih buruk dari ini? Justin berpikir. Dia tidak tidur selama tiga malam berturut-turut dan merasa sangat lelah. Pikirannya kacau dan tulangnya terasa remuk, dengan persendian yang juga terasa kaku. Beberapa kali dia mengetatkan rahang menahan diri untuk tidak menguap. Namun tetap saja, rasa kantuk dan lelah itu sangat mendominasi. Justin menatap pintu berwarna cokelat dari kejauhan. Dia menghembuskan napas berat. Tidak pernah sekalipun dia merasa seberat ini untuk pulang. Biasanya, ketika mengunjungi rumah ibunya dan merasakan hal yang sama, Justin akan pergi dan kembali setelah pikirannya telah jernih. Namun saat ini, dia sama sekali tidak berniat untuk melakukan itu. Karena keadaan telah berubah. Justin ingat ketika Hana berpesan padanya pagi kemarin, untuk melaksanakan sh

