Chapter 16

2490 Kata

“Ma.” Pria itu berbisik pelan, memanggil sosok ibunya yang tengah terlelap di atas ranjang dengan selang infus yang menjadi satu-satunya sumber energi yang wanita itu dapatkan. Justin duduk di pinggir ranjang. Ia menyentuh punggung tangan Madeline yang tidak tertanam jarum infus di atasnya, lantas mengusapnya pelan. Hari makin hari, kulit Madeline semakin keriput dan kurus. Sekalipun Justin tampak seakan tidak pedulian, tapi jauh di dalam ia merasa begitu khawatir pada kondisi sang ibu. “Apa yang harus kulakukan untuk menghapus kesedihanmu, Ma?” Justin bertanya dengan suara yang lirih. Dia telah lupa bagaimana bentuk kasih sayang seorang ibu, satu-satunya keluarga yang saat ini Justin miliki. “J-Justin… kaukah itu?” Suara lemah itu terdengar. Justin mengangkat wajahnya dan menatap mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN