bc

KETAGIHAN ADIK TIRI

book_age18+
9
IKUTI
1K
BACA
forbidden
family
stepbrother
drama
sweet
bxg
campus
like
intro-logo
Uraian

Duar!"Aa!" Loly langsung memeluk lengan Jo, bersembunyi seperti anak meong pada lengannya."Anjing,yang bawah bangun lagi."batin Jo dalam umpatan."Ya udah,kita kekamar Abang mau?"tanya Jo menoleh pada Loly yang mendongak padangan dengan mata berair.

chap-preview
Pratinjau gratis
Yang bawah baper lagi
Klek~ Pintu kamar terbuka ketika Clara masuk kedalam kamar putrinya."Sayang,Daddy dan Bunda mau menghadiri acara makan malam Pak Gunawan." Ucapan dari Clara membuat Loly menoleh ke belakang,ketika itu Loly sedang menelungkup memainkan laptopnya yang sedang mengerjakan tugas. Loly bangkit duduk,dan ia menatap Clara yang sudah duduk disisi ranjang. "Lama?"tanya Loly.Gadis itu menoleh pada jam dinding yang ada di kamarnya,jam menunjukkan pukul delapan malam. "Enggak tau juga,sayang.Kamu gapapa kan, tinggal sendiri dulu?" "Ada Bi Ijah kan,bun?" "Bi Ijah pamit pulang tadi sore,sayang.Anaknya sakit dikampung,dan baru bisa balik lusa." Loly mencibir dengan anggukan kepahaman.Kemudian Loly tersenyum dan kembali mengangguk. "Yaudah gapapa,Ly berani kok dirumah." Clara tersenyum,ia memeluk Loly dan mencium pucuk kepala putrinya. "Bunda dan Daddy kapan berangkat?"tanya Loly melepas pelukan. "Ini baru mau pergi,setelah ngasih tau kamu." "Yaudah, Hati-hati di jalan." "Iya,sayang." Clara tersenyum sambil menguap lengan Loly dan berdiri.Bunda melangkah meninggalkan kamar Loly. Loly kembali ke posisi awal,menelungkup dan kembali memainkan laptopnya. Sudah satu bulan lebih Loly berada di mansion megah ini.Ibunya menikah dengan duda kaya satu tahun silam,namun Handoko (ayah tiri) baru membawa mereka sebulan yang lalu. Loly mengijinkan ibunya menikah lagi,karena ekonomi keluarga nya yang begitu sulit.Lagi pula..sejak ibunya mengenalkan Handoko padanya,pria itu begitu lembut dan baik pada mereka berdua.Membuat Loly merasa nyaman dan percaya pada pria itu. Tetapi ternyata itu tidak diterima oleh anak lelaki Handoko,yang kini sudah kelas tiga SMA.Jo namanya,pria itu marah besar saat Handoko membawa Clara dan Loly kerumah pertama kalinya.Setelah pertengkaran hebat itu terjadi,Jo keluar dari rumah dengan perasaan marah dan kecewa.Tetapi seiring berjalannya waktu,Handoko berhasil membujuk Jo untuk tinggal bersama lagi.Dan Jo sudah kembali kerumah satu minggu yang lalu. Loly asyik mengerjakan tugas yang akan dikumpulkan besok.Wanita itu hanya memakai tanktop crop ketika sedang berada di dalam kamar. Hampir satu jam Loly menghabiskan waktunya mengerjakan tugas yang sebentar lagi selesai. Tiba-tiba saja rintikan hujan mulai turun perlahan. "Loh, hujan ya?" Tanya Loly bermonolog. Namun tak lama dari itu~ Duar! "Aaaaaaaaaa!!" Loly menjerit dengan sentakan kaget ketika tiba-tiba saja gemuruh menyapa tanpa di undang.Rintikan hujan semakin deras saja,disertai dengan kilat dan petir yang menggelegar.Angin berhembus kencang kedalam kamarnya melalui pintu balkon yang masih terbuka.Loly langsung bangkit dari ranjang,kemudian ia berjalan untuk menutup rapat pintu balkon dengan menarik tirai. Loly mendadak cemas. Loly paling takut dirumah sendirian saat keadaan diluar sedang hujan lebat. Tik "Deg!" Loly langsung mengendorkan pandangannya ketika lampu mati.Mata itu sudah berair.dengan debaran di d**a. Loly langsung menuju ranjang dengan meraba-raba dalam gelap.Kemudian Loly mendapatkan ponselnya dan langsung menghidupkan senter dari ponsel itu. Loly langsung keluar dari kamar.Ia sadar bahwa ia sedang sendiri di rumah. Loly tau ia sendiri karena memang Jo selalu pulang jam 12 lewat.Dan sekarang jam masih menunjukkan pukul sembilan malam,yang artinya Jo belum pulang ke rumah. Loly keluar dari kamarnya,ia mengendorkan pandangan takut dengan hantu.Air mata Loly sudah menitik,ditambah ia menjerit panik ketika ponselnya mati kehabisan daya. Loly berdecak kesal,dengan mata yang masih menangis Loly meraba-raba jalan menuju dapur untuk mencari senter.Meskipun Loly tak yakin akan menemukan senter disana,tapi Loly tetap berusaha mencari penerangan. Saat sampai didapur,Loly mendapatkan penerangan dari cahaya kilat dari ventilasi udara. Loly mengobrak-abrik lemari dapur mencari senter dalam gelap.Hujan diluar semakin deras, disertai kilat dan petir.Diluar sedang terjadi badai ketika angin yang berhembus begitu kencang sekali. "Huah! Akhirnya ketemu juga." ujar Loly yang segera menyalakan senter itu. Loly langsung berdiri dari jongkok nya,ia hendak pergi segera untuk memeriksa kenapa listrik bisa padam.Namun saat berbalik badan,Loly menjerit kaget,terjatuh dengan senter yang terhempas ke lantai saat melihat sesosok didepannya. Loly ketakutan,menutup telinga dan matanya dan menangis tersedu-sedu. "Hiks hiks." "eh- hey, tenang.ini gua." Jo,pria itu bersuara dan segera berjongkok untuk mendekati Loly. "Hiks." "Gua Jo,,ayo berdiri,jangan takut." Jo mencoba menarik tangan Loly yang sedang menutup telinganya dari tadi.Ia masih menangis takut,sesaat kemudian ia menoleh pada wajah Jo yang tersenyum manis padanya.Dapar ia lihat karena cahaya kilat diluar sana. Sebentar,ini Jo? kakaknya ? sejak kapan pria tanpa ekspresi itu tersenyum padanya? Ya,,hari ini lah,tepatnya sekarang! Jo membantu Loly untuk berdiri,kemudian mengusap lengan Loly untuk menenangkannya. Loly sedikit gugup karena baru pertama kali ia dekat seperti ini dengan Jo.Karena selama satu minggu serumah, Jo tak pernah menatapnya dan tak pernah menunjukkan raut wajah apapun selain ekspresi datar dan dingin. Tetapi tunggu, Jo begitu manis dan tampan berkali-kali lipat dari biasanya.Oh sungguh,ternyata kakaknya itu memang begitu tampan,Loly baru menyadari itu sekarang. "K-kakak udah pulang?" tanya Loly gugup.Ketika Jo hampir memeluk tubuh Loly,saat menuntunnya keluar dari dapur. "Hm." "Sejak kapan?"tanya Loly lagi. "Sejak hujan." Loly terdiam sejenak untuk berpikir,karena hujan belum beberapa menit turun.Harusnya membutuhkan waktu puluhan menit dulu untuk Jo sampai kerumah, jika ia memang pulang karena hujan.Oh mungkin tempat main kakaknya itu dekat dari rumah,jadi tak perlu waktu lama untuk sampai dirumah. Loly tak ambil pusing, memikirkan hal yang tidak begitu penting. Jo membawanya menuju ruang listrik. Disana Jo memeriksa meteran,dan tak lama kemudian lampu kembali menyala. "Kak! Lampunya nyala!" ujar Loly hampir memekik karena senang. Sejenak Jo diam, kemudian sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk seringai sebelum akhirnya ia berbalik badan menghadap Loly yang jelas masih dibelakangnya. Deg! Gleg! Sontak mata itu langsung terfokus pada tubuh bagian atas Loly karena tanktop rendah yang digunakan gadis itu.Fokus itu terganggu dan Jo langsung menggigit pipi bagian dalamnya dengan mendehem,tangan itu sedikit mengepal di dalam bawah sana. Loly sadar akan kemana tatapan mata Jo padanya,membuat Loly menunduk dan menemukan bahwa ia hanya memakai tanktop crop saja. Tiba-tiba saja pipi Loly merona,dengan mengigit bibir bawahnya menahan malu dan mengutuk ke kebodohannya.Kenapa ia bisa tak sadar hanya memakai tanktop yang memperlihatkan pusarnya. "L-Loly ke kamar dulu,ya!" ujar Loly langsung berbalik badan hendak pergi,namun petir menggelegar serta lampu yang kembali padam membuat Loly terperanjat kaget dan langsung memeluk Jo. "s**t!" umpat Jo dalam hatinya ketika merasakan betapa kenyalnya daging mengkal itu.Jo membalas pelukan Loly yang tak sadar karena dirinya masih saja dalam keadaan takut. "Udah meluknya?" tanya Jo di saat terjadi keheningan. "Eh-" Loly langsung melepaskan pelukannya dengan reflek. "M-Maaf kak...ga sengaja meluk,Loly kaget..." ucap Loly menunduk dan menggigit bibir bawahnya keras.Pipinya kembali merona karena malu pada Jo. Jo tak menjawab permintaan maaf Loly. "Ga yakin lampu bakalan hidup sampai besok.Kayaknya listrik padam dari sananya," bohong Jo. Padahal saat Loly berbalik badan tadi, tangan itu dengan panjangnya kembali membalikkan meteran listrik dirumahnya dengan seringai yang terbentuk pada bibir itu. "H-Hah? Yang benar, kak? tanya Loly cemas,ia mengigit telunjuknya. "Iya." "Kak,Loly takut dikamar sendiri..." ujar Loly. Duar! "Aaaaa!" Loly langsung memeluk lengan Jo, bersembunyi seperti anak kucing pada lengan itu. "Anj!Ng,yang bawah baper lagi." batin Jo dalam umpatan. "Yaudah,kita kekamar kakak mau?" tanya Jo menoleh pada Loly yang mendongak padanya dengan mata berair. Jo melihat Loly mengangguk dari cahaya kilat diluar jendela. Jo kembali menyeringai dengan lidah yang sedikit keluar untuk menjilati ujung bibirnya yang kering, ingin segera di basah kan dengan sesuatu yang beda. Jo langsung merangkul lengan Loly untuk membawanya pergi menuju kamar. Jo sangat penasaran dengan rasa bibir Loly yang tebal pada bagian bawah itu. Saat pertama kali memperhatikan wajah Loly dimeja makan tanpa Loly sadari,Jo tak munafik mengakui bahwa Loly mempunyai wajah yang cantik.Pandangannya selalu jatuh pada bibir masak milik Loly,seakan menantang untuk ditelan. "Nggak ada orang dirumah,kan?" tanya Jo memastikan. "Enggak ada kak. Bi Ijah lagi balik kampung.Bunda dan Daddy lagi keluar hadiri acara temannya Daddy."jawab Loly menjelaskan. Jo menganggukkan kepalanya dengan menutup serta mengunci pintu kamarnya. Jo membawa Loly menuju sisi ranjang. Jo naik ke tengah ranjang dan ia menarik Loly agar mendekat padanya. "Sini dekat,takutnya kalau jauhan nanti ke sambar petir." kata Jo. "Kakak..." Protes Loly. "Haha...makanya sini deketan." Loly mendekat dengan malu-malu,ia menundukkan pandangannya sambil mengulum senyum. Hening untuk beberapa saat.Hujan diluar semakin lebat saja dengan kondisi kamar yang begitu gelap.Hanya ada pencahayaan dari balik tirai jendela kamar Jo. Tangan Jo perlahan mengusap kepala Loly,membuat Loly menatap Jo dalam gelap. Loly merasakan usapan tangan itu turun membelai pipinya. "Nama kamu Loly?" tanya Jo.Jari Jo berhenti di bibir bawah Loly. "I-iya,kak..." Angguk Loly. Loly mengulum kedua bibirnya ketika tangan itu mengelus tengkuknya dan berhenti sejenak. Loly tak bisa berpikir apapun saat itu,ketika Jo bersikap lembut padanya,sebelumnya Loly hampir tak bertemu dengan Jo karena begitu cuek nya dengan rumah. "Namanya cantik,sama kayak orangnya." ujar Jo,membuat Loly menundukkan kembali wajahnya malu. "Makasih,kak." senyum Loly merekah. Jantung Loly berdebar kencang saat Jo menariknya untuk semakin dekat,hingga duduk dipaha Jo.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.9K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
83.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook