main di mobil Jo

1306 Kata
"Dor!" "Eh."kejut Loly ketika seseorang menepuk pundaknya dari belakang.Gea ,wanita itu tergelak ketika melihat wajah kesal Loly karenanya. "Bangke,nggak ngajak ngajak ke kantin." "Kamu lama banget sih habisnya."ujar Loly. "Ye!"Gea menarik minuman Loly,kemudian meneguknya. "Gea-,ish!" "Pelit ih,orang minum dikit juga." "Ya,kan nanti aku haus gimana." "Pesen lagi aja kali,kayak orang miskin aja lu anak sultan." Loly hanya memutar bola mata malas,terkadang Gea begitu menjengkelkan. "Hai-,boleh gabung?" Gea dan Loly melihat pada sumber suara,mereka memandangi seorang pria manis yang kini tengah tersenyum pada mereka. "Boleh!"jawab Gea dengan antusias.Loly tersenyum dan ia menganggukkan kepala. "Oh iya,Ly.Tugas kelompok mau kita kerjain dimana ntar?"tanya Nathan.Saat pembagian kelompok, mereka satu kelompok dengan Nathan yang jadi ketua. "Hm...Dimana,yaa?"Loly menggembungkan pipinya sembari berpikir. "Dirumah kamu?" "KAMU!?" Loly dan Nathan sama sama tersentak ketika mendengar teriakan Gea. "Apa sih,gea?Heboh banget." "Wah wah wah,bahaya nih,udah panggil aku kamu aja.Pasti...ada apa apa nya nih."Gea sedikit menyipitkan matanya memandang Nathan dan Loly penuh selidik. "Ga jelas!" ucap Nathan yang menyapukan kelima jarinya ke wajah Gea. "Cih! Asin bet tangan Lo." Nathan tak menanggapi,ketua kelas itu beralih menatap Loly dengan kedua alisnya terangkat. "Di mana,rumah kamu?"ulangnya. "Eum...Kayaknya jangan dirumah aku deh, Nathan." Nathan mengernyit."Kenapa?" Bukan gimana,tetapi Loly masih sungkan membawa temannya untuk main kerumah.Lagi pula...Loly belum terlalu bebas membiarkan siapa pun untuk bermain ke mansion nya. "Ke kafe baru aja,seberang jalan.Gimana?" saran Nathan.Loly menganggukkan kepalanya. "Boleh,Nathan." "Sip,tapi besok pas balik sekolah ya.Soalnya nanti ga bisa,ada latihan basket."Loly menganggukkan kepalanya mendengar hal itu. "Yaudah kalau gitu,aku mau ke perpustakaan dulu." senyum Nathan.Ia kemudian pergi setelah menerima anggukan dari Loly.Selepas kepergian Nathan,Gea menyenggol lengan Loly dengan bahunya. "Ciee......" "Apaan sih,Gea?tanya Loly. "Huuuuu.." Loly menggelengkan kepalanya,melihat tingkah Gea yang tidak jelas menurutnya. "Kayaknya,itu ketua kelas suka sama Lo deh." "Ngaco!" elak Loly. "Lah beneran Weh,gue bisa liat nih ya.dari tatapan matanya.Bweeeh!' Loly kembali menggeleng. "Disukai sama Nathan itu,sama aja dengan halu.Soalnya mustahil.Lagian Nathan juga welcome sama semua orang.Dia itu ramah Gea,bukan dia suka sama aku.Gitu aja nggak ngerti." "Yaelah,gitu aja nggak peka Lo.Kita liat aja,makin kesini dia makin kemana yah..."penasaran Gea. "NGGAK,aku suka insecure smaa Nathan.Kamu bilang dia hebat banget main basket.Mana kebanggaan sekolah lagi,terus udah ganteng,putih,tinggi,cool,baik, multitalenta.Siapa coba yang nggak suka sama dia?Mana juara kelas lagi.Dahlah,kalah jauh..." "Meskipun Lo bodoh,Lo tetep menang sih,soalnya Lo cantik.Dunia hanya milik si cantik,"kata Gea. "Ngaco! mana ada gitu.." "Udah ah,laper."ucap Gea yang beranjak dari kursinya,kemudian memesan makanan. Sementara tak jauh dari sana,masih di kantin yang sama, Jo tengah memperhatikan Loly yang kini tinggal sendiri di meja itu. Loly terlihat fokus makan, dengan Jo yang mendorong pipi bagian dalamnya dengan lidah. Jo mendengar obrolan mereka,karena suara Gea memang besar tak bisa dikondisikan.Tiba tiba saja tangan Jo mengepal,kemudian ia beranjak pergi dari sana. Sedangkan tak lama dari itu,seorang pria yang tengah membawa nampan berisi dua porsi makanan kebingungan melihat tak ada Jo di meja.Nama nya Hanif,teman Jo yang selalu dengannya kemana mana. "Lah? Jo kemana,Suh? ini makanannya siapa yang bayar.Bangke! * Jo memperhatikan Loly yang kini tengah berjalan mendekati pelataran parkir.Jo sendiri posisi sekarang sedang mendudukkan bokongnya pada bagian depan mobil dengan tangan yang dilipat di depan d**a. Loly sedikit menundukkan pandangannya ketika mulai mendekati Jo.Jo berdiri tegap dengan posisi tepat berada di depan Loly. "Balik sama gua." Jo menarik tangan Loly, kemudian memasukkan Loly kedalam mobil. Loly masih diam tak merespon. ia duduk tenang dengan pandangan lurus kedepan ketika Jo mulai masuk dan menduduki jok kemudi. "Mau makan diluar?"tanya Jo. Loly menggelengkan kepalanya.Jo menganggukkan kepalanya dengan cibiran,mobil itu mulai melaju di jalan raya "Soal tadi malam,gue minta maaf kalau gua keterlaluan." Loly mengigit bibir bawahnya dengan sejenak memejamkan mata. "Jujur,gua pikir saat ciuman itu terlepas,Lo bakal tampar gua." "......" (Loly) "Tapi kalau emang lu tersinggung dan marah_" "Loly kaget." potong Loly. Jo menoleh pada Loly,ja menatap sekilas Loly yang meluruskan pandangan tak mau meliriknya. "Tapi.... lu suka?" tanya Jo. Loly menggigit bibir bawahnya,ia tampak bingung dan akhirnya menoleh pada Jo yang masih fokus mengemudi itu. "Loly bingung." "......"(Jo) "Kenapa kakak tiba tiba bersikap kayak gini ke Loly? Sebelumnya kakak ga pernah yang namanya nyapa duluan,ngomong duluan dan akhirnya kakak maksa banget untuk Loly barengan terus sama kakak." "Salah?" tanya Jo singkat.Loly belum mengalihkan pandangannya. "Apa salah mau lindungi adik sendiri?Apa salah mencoba berdamai pada kenyataan? Toh gua juga harus menerima kalian karena nyatanya nyokap gua ga bakal pernah bisa balik juga lagi,kan?" Loly terdiam mendengarnya,ia masih memandangi Jo yang mulai menepikan mobil,hingga akhirnya mobil sport itu berhenti.Jo menoleh pada Loly,sedikit menyerong tubuhnya menatap Loly. "Berat sebenarnya." "....."(Loly) "Saat gua mulai bersikap baik dan mencoba menerima,apa gua salah?" Loly menggelengkan kepalanya.Kemudian ia menundukkan pandangan dengan mengulum bibir. Loly diam untuk sesaat,ia menyampirkan helaian rambut itu dibelakang telinganya. "Maaf..." Jo menghela nafasnya."Bukan ini yang harus diperdebatkan. intinya gini,lu mau gak nenangin gua? Buat gua nyaman. Jujur,setelah kehilangan mom,gua kesepian banget.Gua gatau lagi rasanya gimana diperhatiin, disayang dan_" "Tapi bunda udah lakuin itu ke kakak." potong Loly. "Gua mau nya elu." Loly langsung terdiam,manik matanya menelusuri manik mata Jo yang juga menatapnya lekat. "Gua mau dapat semua itu dari lu.Pelukan, perhatian,gua mau elu."kata Jo. Loly masih menatap Jo yang belum berkedip sama sekali memandanginya.Ada perasaan sesak yang Loly lihat dari mata itu,dan hatinya ikut sesak.Loly tau,pasti sangat berat menerima kenyataan ini.Terlebih Jo,kehilangan cinta pertamanya,ibu. Loly tak bisa melihat mata Jo yang mulai berair, reflek tubuh itu mendekat kemudian menarik Jo ke dalam pelukannya.Jo terdiam untuk sejenak,mulai memejamkan matanya ketika Loly mengelus rambut dan punggungnya. "Loly akan kasih perhatian itu,Kak.Tapi...apa enggak keterlaluan kita sebagai anak,udah ciuman _" Jo melepaskan pelukannya. "Gua selalu merasa tenang kalau ada seseorang yang peluk dan cium gua.Untuk tadi malam,sorry kerena udah kurang ajar sama lu.Tapi gua lagi rindu banget sama mom, gua gatau lampiaskan rasa rindu berat ini ke siapa.Dan ga tau,gua cium lu gitu aja." Loly membuang pandangannya,wajahnya langsung merona malu ketika mengingat kembali kejadian tadi malam.Jo terlihat tampan di atasnya ketika wajah itu terlihat samar dari cahaya kilat di luar jendela.Jo tampan,teramat tampan.Wajah itu terpahat dengan sempurna. Loly sama sekali tak bisa menolak saat Jo menciumnya.Loly tak munafik,ia juga menikmati ciuman intens itu.Untuk sekarang,apa yang kamu pikirkan Loly!? Loly mengutuk dirinya sendiri ketika sedikit menikmati sentuhan lembut bibir itu. "Mau liat gua baik sama lu dan berdamai dengan rasa sakit ini?" tanya Jo,membuat Loly terdiam sejenak menatap mata itu. "Cukup diam dan dalami kenikmatan ini." Mata Loly tak berkedip ketika Jo mendekatinya,kemudian mengusap pipi itu dengan jempolnya.Jo menyelipkan helaian rambut ke belakang telinga Loly,kemudian mengusap pipi mulus itu dengan sensual. "Cantik." Loly menundukkan pandangan dengan mengulum senyum,pipinya jelas merona malu ketika dipuji Jo,si kakak tampannya.Di lihat dari dekat dan jelas seperti ini,ketampanan itu berkali kali lipat dan Loly tak bisa bertatap muka. Jo mengusap bibir bawah Loly dengan jempolnya."Ga bakal ada yang tau tentang kita,kalau kamu gak ngomong." Loly kembali menatap Jo yang semakin dekat dengannya. Loly memundurkan kepalanya perlahan dengan wajah Jo yang terus maju hingga Loly tersudutkan. Helaan napas Jo menerpa wajah loly. Jo memiringkan wajahnya hingga hidung mancung itu sudah menyentuh pipi Loly.Loly sudah berdebar dan refleks memejamkan matanya ketika bibir lembut itu kembali menyentuh bibirnya. Loly mencengkram ujung seragam Jo yang tak masuk kedalam celana.Setekag memakan habis bibir itu_ "Pindah."suruh Jo melepas ciuman. Jo menarik diri dari Loly,kemudian ia menyandarkan punggung itu pada sandaran jok kemudi. Jo menarik tangan dan membawa Loly untuk duduk di paha nya. Jo memegangi kepala Loly hingga punggung tangan itu menabrak langit langit mobil. "Kak, sempit." "Kita pindah tempat dulu."kata jo.dengan posisi memeluk seperi koala.Jo mulai menjalankan mobilnya dan menghentikan mobil itu dijalan yang sunyi. "Kak..."panggil Loly pelan. "M_?"gumam Jo saat tangan nakal mulai mengelus perut Loly. Loly berusaha menahan sesuatu yang membuat perut nya mengempis.Terasa ada ribuan kupu kupu yang berterbangan di dalam perut itu.Tangan jo berpindah dari pinggang mengelus b****g Loly hingga menyentuhnya dibalik rok pendek itu.Jo mencengkram pelan,sebelum akhirnya menyentuh sesuatu yang masih terbungkus celana dalam. "K-kakh_"Loly menahan lengan jo.membuat mata keduanya bertemu. "Rileks sayang,ini ga sakit." kata Jo.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN