Keyza seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jantung gadis itu berdetak sangat cepat mengetahui siapa CEO itu. Uhuk ... ! Uhuk ...! "Tuh kan kualat kamu, katain aku suka cowok ganteng. Sendirinya sampai tersedak gitu," ledek Nia sambil mengusap punggung Keyza. Setelah meneguk air putih, Keyza pun segera meninggalkan tempat itu dengan alasan mau ke toilet. "Aku ke kamar mandi dulu, kebelet pipis," pamit sambil berlalu pergi dari kantin. Keyza segera menutup pintu toilet, sambil merasakan jantungnya yang masih berdetak sangat cepat sekali. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipis wajah cantiknya. Tubuh gadis itu pun gemetaran dan lututnya terasa lemas. Lalu ia pun berlirih, "Tidak mungkin." Setelah menenangkan diri di dalam kamar mandi, Keyza memilih kembali ke ruang k

