Keyza melangkahkan kakinya dengan was-was ketika masuk kantor. Sambil sesekali netranya mencari sosok Devan dan berharap agar tidak bertemu dengan pria itu. Ia kemudian memasuki lift dengan karyawan lainnya. Baru saja pintu elevator hendak tertutup, tiba-tiba sebuah tangan kekar menahannya. “Selamat pagi semua,” ucap Devan dengan ramah kepada karyawannya sambil melangkah masuk. “Selamat pagi Pak,” balas semua karyawan yang ada di dalam lift kecuali Keyza. Deg! Keza langsung menundukkan pandangan tanpa berani melihat ke arah Devan. Jantungnya berdetak sangat cepat sekali, takut jika penyamarannya ketahuan. Sepertinya rencana itu berhasil, pria itu tidak mengenali Keyza yang memakai masker dan kacamata. Ketika pintu Lift terbuka Devan mempersilahkan karyawannya untuk keluar terlebih dah

