Devan membuka pintu kamarnya perlahan dan melihat Mona terbaring dengan wajah yang murung. Pandangannya tertuju ke arah meja, di mana terdapat sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk dan jus buah yang belum tersentuh. Pria itu kemudian duduk di pinggir ranjang sambil menatap istri keduanya itu dengan cemas. “Sebelum menikah denganku, kamu sudah tahu semuanya. Jadi aku minta jangan menyiksa diri. Coba lah menerima posisimu sebagai istri kedua, seperti Keyza yang ikhlas berbagai suami denganmu,” ujar Devan yang merasa prihatin dengan keadaan Mona. Mona menatap Devan dengan saksama dan berkata, “Keyza telah pergi meninggalkanmu, seharusnya kamu menceraikannya, Dev!” pintanya dengan cemburu. “Salah satu alasan Keyza pergi adalah kesalahpahaman yang telah kamu buat ketika kita berada di Jep

