Mentari tampak bersinar cerah, langit biru pun terbentang dengan indah. Pagi ini Edward terlihat sedang sarapan bersama anak, cucu, Lola dan kekasih hatinya Rosa. Mereka terlihat sangat senang sekali. "Keyza, mulai sekarang rumah ini adalah milikmu dan mulai saat ini siapa pun yang berani menghina dan menyakiti kalian harus berhadapan denganku. Akan kuhabisi mereka semua, termasuk suamimu yang kurang ajar itu. Berani sekali dia telah memukuliku tempo hari,” ujar Edward dengan geram. Keyza pun segera menggenggam tangan ayahnya sambil berkata, “Aku mohon jangan sakiti Mas Devan Pi! Dia tidak tahu kalau Papi ayahku.” “Dengan apa yang kamu miliki sekarang. Sepuluh pria sekaya dan setampan Devan akan bertekluk lutut di hadapanmu saat ini juga,” sahut Edward dengan gaya borjunya. “Akan tetap

