66

1035 Kata

Dan ketika Isabella membuka matanya, yang ia lihat bukan hanya Leonardo yang menggila di hadapannya, tapi juga pantulan tubuh mereka di kaca—dua siluet yang menyatu dengan liar di atas kota, seolah-olah seluruh Milan adalah saksi bisu dari penguasaan mutlak ini. "Leo... ada orang di sana—" protesnya terengah. Tapi Leonardo justru tersenyum sadis. Dengan gerakan cepat, ia meraih remote dan menyalakan semua lampu suite mereka, menerangi mereka sepenuhnya di balik kaca raksasa. "Biarkan mereka melihat," bisiknya sambil menggigit leher Isabella, "biarkan seluruh Milan tahu siapa yang benar-benar menguasai Ruzzo Group sekarang." Isabella ingin marah, tapi tubuhnya bereaksi sebaliknya—semakin panas, semakin liar. Matanya yang setengah takut setengah terangsang terus melirik ke gedung seberan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN