"Dari apa?" Isabella menyela, langkahnya mendekati sang reporter. "Dari gosip yang ingin mengubur pencapaian perempuan? Dari narasi yang menyudutkan saya sebagai gold digger, sementara Matteo dipuji sebagai suami sempurna?" Napasnya berat, tapi suaranya tetap terkendali. "Saya di sini bukan untuk membela diri. Saya di sini karena Ruzzo Group memiliki tanggung jawab sosial. Titik." Pernyataan Isabella yang tegas itu seperti tak memberi celah untuk mereka membicarakan tentang berita yang sedang viral. Laptop MacBook Pro itu terasa panas di pangkuan Isabella, layarnya memantulkan cahaya biru ke wajahnya yang lelah. Jari-jarinya yang biasanya stabil, sekarang gemetar ringan saat men-scroll timeline Twitter. #RuzzoUntukPerempuan—tagar itu menduduki puncak trending, diikuti oleh foto-fotonya

