68

1070 Kata

Angin malam menerpa tirai suite mewah mereka ketika Isabella masih terpaku di depan laptop, matanya tak berkedip menatap deretan berita yang semakin menjadi-jadi. Leonardo mendekat dari belakang, tangan hangatnya mendarat di pundak Isabella yang kaku. "Sudah cukup," bisiknya, menutup laptop perlahan. "Kau butuh istirahat." Isabella menoleh, wajahnya pucat di bawah cahaya lampu temaram. "Aku tidak bisa—" Leonardo tak memberinya selesai bicara. Tangannya yang besar menyelip di bawah lutut Isabella, mengangkatnya dengan mudah sebelum membawanya ke tempat tidur. Tubuh Isabella terasa ringan dan lemas di pelukannya. Leonardo menidurkannya di atas sprei sutra, lalu duduk di sampingnya, jari-jarinya menelusuri garis rahang Isabella yang tegang. "Matteo ingin melihatmu hancur. Jangan beri dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN