69

1110 Kata

Kenapa? "Kau terlihat muram," Leonardo menyentuh punggung tangan Isabella di atas helipad, suaranya lebih lembut dari biasanya. Isabella menatap amplop di tangannya. "Nyonya Ivy." Leonardo mengeras. "Ivy?" "Kenapa dia tidak menyapamu? Kenapa malah meninggalkan ini?" Isabella mengangkat amplop, melihat reaksinya. Bayangan melintas di wajah Leonardo. "Dia... punya cara sendiri." Dia mencoba meraih amplop, tapi Isabella menariknya. "Apa yang dia tidak setujui? Pernikahan kita? Akuisisi Ruzzo Group? Atau..." jarinya mengetuk amplop, "...siapa sebenarnya pemilik Venticelli?" Leonardo menarik nafas dalam. "Isabella—" Tapi sudah terlambat. Isabella merobek amplop itu. Surat di dalamnya singkat: "Leonardo bukan pewaris Venticelli. Ayahnya menyerahkan 51% saham padaku sebelum meninggal. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN