Pesawat mendarat di bandara Malpensa, Milan. Di area Kedatangan, mereka berpisah di dekat pintu keluar bagasi. Leonardo menekan tombol lift sambil berbisik, "Supirku sudah menunggumu di parkiran VIP. Dia akan membawamu langsung ke villa." Isabella menggigit bibir. "Dan kau?" "Aku harus menghadap Tuan Riccardo terlebih dahulu. Dia ingin bertemu," jawab Leonardo dengan suara datar yang menyembunyikan gejolak di dalamnya. Sebelum Isabella sempat membuka mulut untuk protes, Leonardo sudah menyelipkan sebuah kunci kecil ke telapak tangannya. "Villa itu aman," bisiknya cepat, sebelum tubuhnya yang tinggi menghilang di antara kerumunan eksekutif yang sibuk dengan ponsel mereka. Pintu kayu oak besar terbanting sebelum Leonardo sempat mengetuk. "Kau sembunyikan perempuan itu?" Riccardo berdir

