“Matteo membunuhnya….Matteo membunuh anak kita, Leo!!” Ucap Isabella dia bangun dari tidurnya meraih kerah kemeja Leonardo dengan tatapan yang penuh luka dengan air mata bercucuran (gambarkan bagaimana perasaan wanita yang habis kehilangan). “Tenang, Belle….” Leonardo menenangkan. "Kamu tahu?" bisik Isabella.. Leonardo mengangguk, tak bisa bersuara. Isabella menutup mata, air mata panas mengalir ke pelipis. "Aku... aku ingin memberitahumu. Tapi..." "Tidak sekarang," potong Leonardo, menekan tangan Isabella ke dahinya. "Istirahatlah." Ucap Leonardo tenang. Tapi di balik ketenangannya, badai mengamuk. Matteo. Damiano. Mereka yang menyebabkan ini. Mereka yang harus membayar. Dan Leonardo bersumpah—dengan setiap tetes darah dalam tubuhnya—bahwa pembalasan akan datang. Lampu temaram di

