TIGA PULUH ENAM

2465 Kata

Hari-hari berikutnya Khamer berusaha melumpuhkanku di setiap pertarungan kami di area duel. Wajahnya membabibuta ingin mengerat leherku. Ini akibat dari kemarahannya mengetahui identitasku yang sebenarnya. Dia seperti bayi pemarah. Aku menanggapinya dengan tawa yang tergelak.  Hari berikutnya dia menemuiku di meja makan, duduk bersama prajurit lainnya. Inilah yang kusukai dari Khamer meski dia pangeran tidak pernah masalah buatnya duduk bersama yang lain. Dia tidak membatasi dirinya, dia tidak mendidingi dirinya dengan apapun "Aku mendapat surat dari Viz" bisiknya, melihat ke kiri dan kanan "Kita ke Pasataria pagi-pagi sekali"  Aku meregangkan bahuku memutarkan lenganku "Untuk apa ? kenapa kau harus kembali ke Pasataria"  "Dia ingin dengar dari mulutku sendiri tentang serangan-serangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN