"Kau dengar Matiti ? Gadis yang kau tangkap di barak tentara adalah orang penting buat Napfany, kau berhasil membuat dia murka" Aku sedang mendengar Kukuta berceloteh, sementara tanganku menyomoti roti-roti untuk kumakani. Di luar benteng besar tanda-tandu di bawa ke luar dan pasukan elit keluar masuk dengan persiapan pemakaman orang-orang yang gugur. Aku tidak mau menyaksikannya, meski begitu tanganku masih memegangi pedang kecil mungil yang dimiliki Jirit. Dari mana dia mendapatkan pedang ini ? "Tikus ?" Aku menoleh. Khamer disana berdiri dengan pandangan tertuju padaku "Ikut aku.." Aku mengerutkan alis terlihat enggan, siap menolaknya. Aku tidak pernah khawati kalau dia anak raja sekalipun. Ketakutan dan kehawatiranku tentang apa saja tidak telah hilang di medan perang. Kuk

