17. Harapan Kosong

1155 Kata

Lana melirik pada Reynard yang tengah berkonsentrasi mengendarai mobilnya. Mengapa pada saat fokus seperti ini dia terlihat sangat tampan? Astaga, apa yang dilakukannya? Suaminya baru saja meninggal dan dia telah memuji lelaki lain dalam hatinya? Lana menggelengkan kepalanya keras. “Ada apa?” Suara berat yang menegurnya menghentikan lamunan Lana. Mendadak dia gugup, tak mungkin Lana mengatakan bahwa sejak tadi dia mengagumi Reynard. Menyadari tatapan tajam yang tertuju padanya, Lana menunduk. Pandangannya jatuh pada belenggu di kakinya. Sekonyong-konyong dia tahu apa yang harus ditanyakan. “Alarm di alat ini, mengapa tak berbunyi? Bukannya seharusnya alat ini berbunyi ketika saya keluar dari rumah?” Reynard melirik ke bawah, hanya sesaat. Setelah itu pandangannya kembali ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN