Bab 26

1517 Kata

"Selalu saja itu yang menjadi senjatanya. Mentang mentang dia yang menjadi Bos. Aku berdoa suatu saat dia bangkrut, agar tak menyusahkan karyawannya lagi," Riana meruntuk. "Berhenti menggerutu, cepat carikan!!" "Pak, apa tidak ada makanan lain yang ingin Bapak Makan? Nasi padang, nasi rames, atau nasi kebuli gitu??" tawar Riana. "Nasi goreng titik!!" Darren tetap kekeuh. "Bapak ini seperti suami yang sedang mengidam. Selalu saja minta yang aneh-aneh. Siang bolong begini siapa yang mau jualan nasi goreng Pak?? Nasi goreng adanya malam hari." Riana mendesah kesal. "Aku tidak perduli, yang jelas aku mau makan nasi goreng sekarang juga, titik." "Sa .." "Kalau kamu masih membantah, tamat riwayatmu." sela Darren saat Riana ingin mengeluarkan protes lagi. "Dan jangan kembali sebelum mene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN