"Selalu saja itu yang menjadi senjatanya. Mentang mentang dia yang menjadi Bos. Aku berdoa suatu saat dia bangkrut, agar tak menyusahkan karyawannya lagi," Riana meruntuk. "Berhenti menggerutu, cepat carikan!!" "Pak, apa tidak ada makanan lain yang ingin Bapak Makan? Nasi padang, nasi rames, atau nasi kebuli gitu??" tawar Riana. "Nasi goreng titik!!" Darren tetap kekeuh. "Bapak ini seperti suami yang sedang mengidam. Selalu saja minta yang aneh-aneh. Siang bolong begini siapa yang mau jualan nasi goreng Pak?? Nasi goreng adanya malam hari." Riana mendesah kesal. "Aku tidak perduli, yang jelas aku mau makan nasi goreng sekarang juga, titik." "Sa .." "Kalau kamu masih membantah, tamat riwayatmu." sela Darren saat Riana ingin mengeluarkan protes lagi. "Dan jangan kembali sebelum mene

