Bab 27

1231 Kata

"Kalau begitu aku pulang saja. Kalau Bapak tetap mau marah, biar aku pulang saja dari sini," ucap Riana kesal. "Hehhh, dasar tidak tahu diri. Seenaknya saja mau pulang. Saya ada di sini gara-gara siapa??" Darren ikut kesal. "Makanya Bapak jangan marah-marah," jawab Riana melemah. Dia sadar jika dia salah, tapi satu ruangan dengan pria yang hobi marah pun ia jelas tidak tahan. "Terserah saya. Mulut-mulut saya, kenapa kamu yang repot??" "Tapi telinga saya tidak tahan Pak." "Tutup mulutmu, kamu ini sangat cerewet!!" "Bapak sangat pemarah." Riana tak mau kalah. "Antar saya pulang," ucap Darren. "Iya ... Saya akan mengantar Bapak, tapi kan infusan Bapak belum habis. Kata Dokter, tunggu botol infusnya habis baru Bapak boleh pulang." "Aku tidak suka berlama-lama di rumah sakit," ucap Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN