"Wahhh ternyata sangat mudah ya Tante," ucap Nadia girang. Ia bahkan melupakan kesedihannya barusan. "Tentu saja. Kalau kita memahaminya pasti kita bisa mengerjakan soal apa pun," jawab Riana. Sementara itu Darren hendak masuk dan minta maaf pada Nadia karena telah membentaknya tadi. Darren merasa sangat bersalah karena tidak bisa mengontrol emosi di depan Nadia. Tapi langkahnya seketika terhenti saat mendengar tawa Nadia. "Dia bicara dengan siapa??" tanya Darren dalam hati, lalu ia pun membuka perlahan pintu kamar Nadia dan melihat Nadia kini tertawa lepas bersama Riana. Darren termangu di tempat, sekian lama, baru ini lah ia melihat Nadia tertawa. Atau mungkin ia yang sangat sibuk sehingga tidak punya waktu melihat kapan Nadia tertawa. Setiap ia pulang kerja, Nadia selalu mendesakn

