Riana mencebikkan bibir melihat kelakuan Bosnya yang kadang-kadang. Kadang kadang baik, kadang kadang jahat. Yaa meskipun kebanyakan jahatnya. Tapi sikap baik Bosnya malam ini membuat Riana jadi sedikit merasa aneh, tapi tak bisa di pungkiri jika ia pun terpukau dengan sikap Bosnya kali ini. Riana tak menyangka, di balik sikapnya yang sangat menyebalkan hingga ubun ubun, ternyata Darren memiliki sisi perduli, dan malam ini Riana baru mengetahuinya. Riana pun masuk ke dalam rumahnya, lalu tak lupa ia membersihkan tubuhnya setelah sebelumnya ia cukup banyak mengeluarkan keringat. Setelah selesai, Riana pun membaringkan tubuhnya yang memang sangat lelah. Dan tak menunggu lama, Riana pun memejamkan matanya, lalu terlelap. *** Keesokan paginya, Riana pun bangun seperti biasa dan bersiap

