Bab 22

1119 Kata

"Wahhh motor baluuu." Hana mengusap-usap motor yang di kendarai Riana saat mereka bertemu di parkiran. Karena hari ini hari libur, Hana mengajak Riana untuk lari pagi di tempat Riana biasa lari pagi saat libur. Riana hanya tersenyum menanggapi ucapan Hana, dia ingin memberi tahu pada Hana jika Darren yang memberikannya, tapi Riana menundanya dulu, ia takut jika Hana akan berfikir yang macam-macam padanya. "Percaya deh percaya, sekertaris dari Bos besar Wijaya Corporation, yang gajinya selangit. Percaya deh, sebulan gaji juga bisa kebeli motor baru." Riana bingung harus menanggapi apa lagi saat Hana terus menggodanya. "Ehh Ri tunggu deh tunggu," ucap Hana sembari memutari tubuh Riana lalu menangkup pipi sahabatnya ini. "Kayaknya kamu agak kurusan sekarang. Nih pipinya sedikit lebih tiru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN