Bu Ajeng pun masuk di ikuti Rendi dari belakang. Saat Bu Ajeng duduk di sofa ruang tamu, Rendi masih berdiri. "Kamu kenapa toh Rendi? Kamu kok aneh banget sih hari ini?" "Ada yang mau Rendi omongin Ma, ini penting." "Ya udah ngomong aja." "Tapi janji Mama jangan marah setelah Rendi bicara." "Kamu semakin bikin Mama penasaran. Kenapa sih??" "Janji dulu Ibu jangan marah," ucap Rendi lagi. "Ya tergantung. Kalau yang kamu bicarakan ini bisa membuat Mama marah, ya pasti Mama bakalan marah," ucap Bu Ajeng. Rendi pun menggeser tubuhnya dan meminta Jihan untuk masuk. Jihan pun masuk dengan perlahan dan tubuh sedikit gemetar. “Loh, dia itu….Bukannya…?” Bu Ajeng sedikit berpikir, dan mengingat ingat seseorang. "Dia Jihan Ma, sekertaris aku." "Iya, Mama baru ingat. Dan kenapa juga kamu baw

