Bab 18

1160 Kata

Rama pun mengeluarkan lembaran uang, lalu memberikannya pada Riana. "Suamimu itu cuma seujung kuku kakiku. Sudah jelek, b******k lagi. Pria seperti itu kok di puji, dasar tidak waras." Riana tidak meladeni Darren, melainkan meninggalkannya begitu saja, dan hal itu kembali membuat Darren sangat kesal. "Dasar wanita tidak tahu diri. Saat waktunya tiba, aku akan menendangnya dari sini. Menyebalkan sekali," dengus Darren. "Benci itu seringnya berbalik jadi cinta," celetuk Rama. "Heiii, tutup mulutmu. Siapa yang akan suka dengan wanita gendut seperti dia. Katakan sekali lagi, maka kamu yang akan aku tendang lebih dulu." Darren melirik tajam ke arah Rama. Tak ada suara lagi di antara mereka, karena keduanya kembali fokus bekerja. Sementara itu Riana terus mengomel sepanjang jalan. "Bapak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN