Seperti yang di takutkan oleh Shelina. Mabuk perjalanan yang ia alami semakin memburuk, karena tadi ia di paksa menghabiskan nasi goreng yang di belikan oleh Rendi tadi. Selang empat jam, setelah makan nasi goreng tadi. Perut Shelina semakin tidak bisa di ajak untuk kompromi. Rasa ingin muntah semakin sulit untuk ia tahan. Shelina menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya. Tangan kirinya, ia gunakan untuk menggoyang lengan Rendi, yang mulai tertidur di samping nya “Mmmhh. Kenapa sayang.” Shelina, tetap menutup mulut. Ia segera memberi kode kepada Rendi untuk mengambil sesuatu untuk menampung isi perutnya yang akan segera keluar. Saat Rendi mulai menyadari Shelina ingin mengeluarkan isi perutnya, Rendi langsung meraih kantong plastik yang membungkus botol air mineral. Shelina l

