Sandara terjengkit kaget saat menyadari Shelina tidak ada di sampingnya. Ia langsung beringsut turun dari tempat tidur, dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Namun, di dalam kamar Sandara juga tidak bisa menemukan Shelina. Sandara memberanikan diri untuk keluar dari kamar yang ia tempati. Ia berjalan dengan perlahan, dan melihat kiri kanan. Namun, Sandara tetap tidak menemui keberadaan Shelina. “Kamu sudah bangun San?” Sandara menoleh ke arah suara yang sangat familiar di telinganya. Suara itu berasal dari seorang Pria yang berdiri di ujung tangga, menuju lantai dua. “Hufftt. Kamu mas. Bikin aku jantungan saja.” Sandara mengelus dadanya. Suara Rendi, membuatnya terkejut, untung saja jantungnya tidak ikut melompat keluar. Rendi, yang berjalan beriringan dengan Marco, mulai me

