bc

The Predator's Wife: Rahasia Tuan Alex

book_age18+
2
IKUTI
1K
BACA
billionaire
contract marriage
family
HE
forced
opposites attract
badboy
heir/heiress
blue collar
bxg
serious
office/work place
lies
like
intro-logo
Uraian

Tertekan untuk menikah atau kehilangan dukungan finansial dari ayahnya untuk membayar tagihan medis ibunya, Joanna Baker, putri haram keluarga Baker, sangat terpukul ketika pacarnya memilih wanita lain daripada dirinya di hari pernikahan mereka.Joanna, yang merasa sangat sedih, menyaksikan seorang pria di kursi roda melamar pacarnya di sebuah restoran. Penolakan sang pacar dan penghinaan yang dilontarkan karena disabilitas pria tersebut membuat semua orang terkejut.Merasa sama-sama dikhianati, dia mendekati pria itu dengan tawaran balas dendam.“Permisi, Pak. Pacar Anda memutuskan hubungan dengan Anda, dan pacar saya memilih wanita lain daripada saya. Mari kita menikah selama enam bulan dan membalas dendam pada mereka.”Apa yang akan dilakukan Joanna ketika dia mengetahui bahwa pria yang dilamarnya bukanlah orang lain selain Alexander King, pewaris keluarga terkaya di NYC? Dia juga CEO King Multinational yang dingin, dengan identitas tersembunyi, Salvatore Black, yang namanya bahkan membuat para presiden gemetar? Apakah dia baru saja menandatangani perjanjian dengan iblis?

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Sebuah Syarat?
"Pak, apa yang bapak lakukan disini?!" Joanna tersentak kaget. Ia memegangi handuk putih yang masih melilit di tubuhnya. Wanita berambut coklat itu baru saja selesai mandi, air hangat bahkan masih menetes dari ujung rambut yang basah. Begitu ia membuka pintu kamar mandi apartemen kecilnya yang ada di pinggiran kota, pria gempal bertahi lalat besar di pipi kiri sudah menyambutnya dengan senyum yang menjijikkan. Pak Jones Troy berdiri di sana, tepat di depan pintu. Tubuhnya yang tinggi dengan perut yang besar berulang kali menatap Joanna dari ujung kaki ke ujung kepala sambil menjilat bibir bawahnya yang hitam. "Selamat malam Joanna..." Katanya, maju beberapa langkah. "Pa-Pak Troy, sejak kapan anda masuk?" Tanya Joanna lirih. Tangan kanannya langsung mencengkeram handuk lebih erat, sementara tangan kirinya meraba-raba gagang pintu kamar mandi yang masih terbuka sedikit. 'Sial! Apa mungkin aku lupa mengunci pintu?' batin wanita itu merutuki kebodohannya sendiri. Bisa-bisanya dia teledor seperti ini! Ia lupa dengan watak atasannya yang terkenal m***m itu. Sudah banyak kabar di perusahaan jika Pak Troy ini doyan sekali menggoda dan melecehkan karyawan wanita. Troy tidak langsung menjawab. Ia melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan pelan. Ruangan kecil itu langsung terasa sesak. bau sabun mandi Joanna bercampur dengan aroma parfum dan asap rokok milik Troy seketika memenuhi ruangan. "Ada apa Joanna, apa aku tak boleh mengunjungi karyawanku sendiri?" katanya pelan, dengan mengusap dagunya sendiri. Pria itu lalu duduk di sofa tanpa permisi, pandangannya liar menatap sekeliling, "Aku yakin kau kesepian tinggal disini seorang diri," guman Troy, kepalanya manggut-manggut lalu menatap Joanna dengan menyipitkan matanya, "Bagaimana jika malam ini aku menemanimu?" "Tidak perlu, pak. Terima kasih!" Joanna tanpa ragu menjawab cepat. Ia berjalan ke arah pintu, "Maaf pak, hari sudah larut... Jadi aku minta bapak keluar dari apartemenku sekarang juga." Alih-alih menurut, Troy justru menyandarkan punggung ke belakang, tangannya menyilang di d**a. "Joanna, Joanna... tak perlu jual mahal padaku. Aku tahu, kau sedang butuh biaya yang cukup besar kan? Bukankah tadi siang kau izin ke rumah sakit menjenguk ibumu?" Joanna mundur selangkah, menarik napas panjang mencoba untuk menahan diri. Meskipun sebenarnya ia sudah sangat ingin melemparkan pria kurang ajar itu dari balkon kamarnya yang ada di lantai 8. "Benar pak. Jika bapak keberatan, silahkan bapak potong gajiku bulan depan." Ucapnya tegas. Bukannya simpati, Troy menggelengkan kepalanya dengan tertawa pelan. "Hem, kau ijin selama 2 jam, bukan? Kau tahu berapa kerugian perusahaan jika ada karyawan yang izin seenaknya? Tapi... aku orang baik, Joanna." Ia bangkit lalu mendekat. Tangan kanannya terulur, jarinya menyentuh bahu Joanna yang masih basah. "Aku akan melunasi semua biaya rumah sakit ibumu. Bahkan memberikan cuti satu bulan penuh untuk menemaninya. Asal, kau mau ---" Pria itu menggantungkan ucapannya. Jarinya merayap ke bawah, ke arah handuk yang melilit tubuh Joanna. Detik itu juga Joanna merasakan mual yang langsung naik ke tenggorokannya. Ia menepis tangan Troy dengan kasar, tapi pria itu malah tersenyum lebih lebar. "Jauhkan tangan Anda, Pak Jones Troy yang terhormat!!" jerit Joanna, suaranya pecah. "Anda benar-benar gila! Ini pelecehan! Aku bisa saja melaporkan sikap bapak yang menjijikan ini!" Troy menghela napas. Ia mundur sedikit, lalu bergeser berusaha untuk menghalangi jalan ke pintu utama. "Polisi? Kau bercanda." Ia melirik sekeliling apartemen kecil itu, ruangan yang sempit. Bahkan kamar utama di rumahnya lebih luas dari apartemen ini. Lalu tatapan matanya terpaku ke foto Joanna dan ibunya yang pudar di meja sebelum menoleh lagi ke Joanna lagi, "Pikirkan lagi Joanna, kau pikir akan ada yang percaya CEO sepertiku memperkosa karyawannya sendiri? Hahaha!" Ia terbahak keras, lalu membenarkan dasinya, "Justru mereka lebih percaya jika kau yang mengundangku, menggodaku dengan handuk basah itu. Kau hanya akan dicap wanita gatal yang berusaha naik ke pelukanku demi status dan uang Joanna! Hahaha...." Joanna mengepalkan tangan, kuku-kukunya nyaris menusuk telapak tangannya sendiri. Pikirannya berputar dengan cepat. 'Aku harus bisa mengusir b******n ini! Benar, karyawan yang baru dua bulan di kontrak, dilecehkan atasannya di apartemennya sendiri? Cih! Siapa yang akan percaya?' Geram Joanna dalam hati. Lalu dengan gerakan cepat ia menyambar botol minuman yang tertata rapi di samping meja kecil tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia ayunkan dengan keras ke tepian meja. Prang...! Pecahan kaca beterbangan. Membuat kedua mata Troy membulat lebar. "Jalang! Apa yang akan kau lakukan?!" Joanna menggenggam leher botol yang runcing, ujungnya yang tajam ia arahkan tepat ke leher Troy. "Buka pintu itu sekarang. Atau aku pastikan, kita berdua akan berakhir di rumah sakit malam ini!" Seketika itu, wajah Troy langsung pucat dan keringat dingin yang sudah memenuhi dahinya. Ia berdiri tegak mencoba mengatur nafas, ketika menunjuk wajah Joanna, "Kau- kau..!" "Apa? Anda tak percaya?" tanya Joanna pelan. Ia maju dua langkah, "Anda ingin menyentuhku bukan? Kemarilah... Ayo mendekat, Cepat jika Anda berani!" Ia mengatakan itu dengan mengayunkan tangannya ke samping dengan cepat. "Arghhh!" Troy berteriak memegangi pipinya yang lecet dan berdarah terkena ujung botol yang tajam. "b******k! Cuih! Wanita tak tahu diuntung. Baik! Mulai sekarang kau dipecat, Joanna! Jangan berharap kau bisa menginjakkan kakimu lagi di perusahaanku!" Ia membuka pintu dengan tangan gemetar, melangkah keluar dengan cepat, dan sibuk membersihkan noda merah di pipinya dengan sapu tangan. Sumpah serapah, dan caci maki dari mulut kotor pria itu terus terdengar dan hilang begitu Troy sudah masuk ke dalam lift. Joanna sendiri masih berdiri di sana. Air mata akhirnya jatuh, tapi bukan karena takut, tapi emosi yang akhirnya meledak setelah hampir satu tahun ia tahan. "Tenang Joanna, semua sudah selesai. Benar benar selesai. Kau tak perlu lagi datang ke perusahaan itu dan menghadapi pria tua m***m yang sudah bau tanah itu." Ia berbicara pada dirinya sendiri dengan mengusap dadanya pelan. Setelah berhasil menenangkan diri, Joanna lantas masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakain. Kaos longgar dan celana jeans yang sobek di lutut, "Aku harus ke rumah sakit sekarang," ucapnya, mengikat rambutnya yang coklat lantas keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa. --- Begitu sampai di UGD, Joanna langsung masuk ke dalam kamar rawat inap, menatap sedih wanita yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, "Ibu?" panggilnya pelan. Monica- sang ibu tampak mengerjapkan beberapa kali. Tangannya yang tinggal tulang berbalut kulit bergerak pelan menyambut uluran tangan putri kesayangannya, "Joanna... kau datang. Maaf ya, Nak. Ibu hanya bisa merepotkanmu seperti ini. Ibu minta maaf ya sayang," ucapan itu dibarengi dengan air mata yang jatuh dari sudut matanya yang hitam. Belum sempat Joanna membalas, Dokter masuk dengan ekspresi yang serius. "Kondisi Nyonya Monica memburuk, Bu Joanna. Tumornya membesar. Operasi harus segera dilakukan secepatnya. Jika tidak..." Dokter itu terdiam sesaat sebelum melanjutkannya lagi, "Nyonya Monica tidak punya banyak waktu lagi, bu." "Sudahlah sayang, jangan dipikirkan. Ibu --" Joanna yang duduk di samping ranjang, memegang tangan ibunya yang dingin. "Kita cari uang, Bu. Entah gimana caranya, ibu harus sembuh," timpalnya cepat memotong ucapan Monica. Monica menggeleng pelan. "Jangan Nak. Ibu tidak mau menjadi bebanmu." "Tapi Bu..." Joanna menelan ludah. Nama itu muncul lagi di pikirannya. Cole Baker. Pria yang seharusnya ia panggil- Ayah! Bajingan yang tak pernah mengakuinya sebagai anak. "Ada satu jalan. Cole Baker. Dia harus tanggung jawab." Monica membuang muka, matanya langsung berkaca-kaca, "Jangan, Joanna. Ibu takut kau akan kecewa. Pria itu... Dia, dia sudah tak menginginkan kita lagi. Dia sudah mendapatkan apa yang ia mau. Semua tabungan ibu, dan saham yang ibu miliki sudah ada di tangannya" "Saham?" Joanna terbelalak. "Ibu punya saham di Baker Group?" Monica tersenyum pahit. "Benar, saham ibu sebanyak 10%. Sebenarnya saham itu akan jatuh di tanganmu, jika kau kau sudah dewasa." "Kenapa ibu tak pernah cerita, bu?!" Monica menatap lekat ke dua mata Putrinya, "Nak.. Jika kau ingin menemuinya, ambil saham itu. Rebut kembali, kau pemilik sah." Joanna bangkit dengan tekad yang baru. Harapan... Masih ada harapan. "Aku akan kesana, Bu. Hari ini juga." --- Saat berada di dalam taksi, Joanna hanya terdiam menatap ke luar jendela. 'Ibu... Aku berjanji akan merebut semua yang sudah mereka ambil.' Namun, apakah langkah Joanna akan berjalan mulus, jika faktanya semua saham Monica sudah dikuasai ayah dan ibu tirinya…?

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
222.4K
bc

TERNODA

read
202.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.8K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
13.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook