°• Segera aku memasukkan barang barang yang akan di bawa pulang. Dan setelah itu mengajak Azam untuk kembali kekamarnya. Melihat Azam membuat hatiku sedikit mencelos anak sekecil ini harus merasakan kesepian yang begitu mendalam. Semua orang tua menunjukkan kasih sayangnya dalan bentuk yang berbeda beda, salah satunya orang tua dari Azam dia bekerja pagi sampai malam demi untuk membuat anaknya tidak kekurangan dalam hal apapun. "Permisi," aku menoleh dan melihat seorang suster datang membawa nampan dan menyerahkan nampan itu kepadaku. Dari pengakuan suster Azam belum makan dari tadi pagi. Sepertinya setelah itu dia kabur ke taman. Aku menggeleng-nggelengkan kepalaku "Azam belum makan ya?" tanyaku mendekati brangkarnya. "Belum Nte," "Kenapa? Katanya mau sembuh?" "Azam menunggu Mama d

