°° Pagi ini Mas Jiddan tampak uring uringan, dia hanya mengangguk dan menggeleng saat di tanya. Setelah sarapan pun dia enggan untuk berbicara. Padahal kemarin malam dia tidak kenapa-napa kok tiba tiba pagi ini berbeda. "Mas Jiddan sakit ya?" kataku sambil mengecek suhu tubuhnya dan normal, tandanya dia tidak sakit. "Aku berangkat dulu assalamualaikum," ujarnya sambil mencium keningku buru-buru kucium tangannya. "Waalaikumsalam hati-hati mas," Kenapa uring uringan ga jelas gini deh Mas Jiddan. Ada apa sebenarnya? Aku mencoba mengingat apa kesalahanku padanya. Aku takut Mas Jiddan akan kembali seperti dulu Mas Jiddan yang kaku, cuek suka marah marah. Jangan sampai jangan sampai. Aku harus segera menyadari kira-kira hal apa yang membuat dia seperti ini. Oh astagfirullah apa soal kema

