Part 30

1111 Kata

°° Kini kami sudah berada di rumah dan Mas Jiddan masih banyak diam dan akupun memilih untuk diam juga. Jujur aku masih memikirkan hal tadi, kira-kira kalau seandainya Mbak Mira kembali apa Mas Jiddan akan kembali bersamanya? Lalu kalau memang benar seperti itu aku harus apa? Merelakan? Aku tersenyum hambar. Ya biarkanlah berjalan sesuai rencana-Nya. Tiba tiba kepalaku pusing sekali, "Fa? Syafa?" panggil Mas Jiddan sembari masuk ke dalam kamar. "Iya Mas?" jawabku lemas. Dia menatap wajahku heran, "Sakit?" Aku menggeleng pelan, "Tapi kamu-" Seketika aku berlari ke dalam toilet dan memuntahkan isi perutku. Entah tiba tiba aku sangat mual padahal aku yakin aku tidak sakit dan perasaan aku tidak makan makanan yang aneh-aneh. Mas Jiddan mengikutiku ke dalam toilet, "Jangan kesini Mas,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN