°° Aku terkejut kala mendengar tangisan Kia buru-buru aku melangkah ke depan. Benar saja dua anak ku baru pulang mengaji dari TPQ tapi kali ini Kia pulang dengan menangis tetsedu-sedu. "Assalamualaikum Bun," ujar putra sulungku. "Waalaikumsalam, Bang kenapa Dek Kia ini?" tanyaku. "Biasa Bun di jailin sama Reno," aku mengangguk paham namanya juga anak kecil. Aku tidak memperpanjang masalahnya. "Masuk dulu yuk," aku mengajaknya duduk di sofa. Setelah tangisan Kia redah aku pelan-pelan menayainya, "Dek Kia kenapa?" "Reno nakalin Dek Kia Bun," adu putri bungsuku yang kini sudah duduk di bangku kelas 3 sd. "Gak mau lagi main sama Reno," lanjutnya sambil menangis. "Eh kok gitu?" tanyaku. Kia diam sambil mengusap sisa air matanya, "Tadi Reno udah minta maaf belum sama Dek Kia?" Kia men
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


