°° Kehamilan ku sudah memasuki bulan ke sembilan, tinggal menghitung hari saja waktu melahirkan. Ah rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon anak ku yang kedua ini. Tidak sabar melihat apakah cowok lagi atau cewek, aku dan Mas Jiddan tidak meminta harus cewek atau cowok. Menurut kami sama saja yang terpenting dia sehat dan mampu menerimaku sebagai ibu nya. Kami tidak pernah pergi untuk usg, aku dan Mas Jiddan sengaja tidak ingin mengetahui nya. Biarlah menjadi kejutan untuk kami. Aku mengelus perutku yang tampak lebih besar, "Sehat-sehat ya sayang, Bunda, Ayah dan Kakak ingin segera bertemu kamu. Kami sayang padamu." ujarku semoga si bayi mampu mendengar ucapanku. "Bun! Bunda!" Agam berteriak mencariku. Aku berjalan melihatnya, "Assalamualaikum dulu Bang." Ia menepuk jid

