°° Air mata tak bisa ku bendung lagi saat aku membuka kain putih yang menutupi tubuh Ayah. Aku melihat Ayah terbujur kaku, dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Aku menangis pilu melihat semua ini. Semua nya seakan datang begitu saja. Bunda memelukku erat. Beliau yang paling terpukul atas kejadian ini. Aku membalas pelukan Bunda. Kami kehilangan sosok yang selalu menguatkan, menjaga, dan melindungi. Kami kehilangan pahlawan kami. Aku sangat kehilangan sosok yang paling berharga dan istimewa dalam hidupku. Beliau yang selama ini menjagaku, menguatkanku, melindungiku, menyayangiku, memanjakanku, aku selalu jatuh cinta saat bersamanya. Tidak ada lagi nasehat nasehat kala aku lupa memberi kabar, tidak ada lagi sosok yang selalu menanyakan kabar padahal aku baru keluar beberapa menit. Beli

