Part 48

1153 Kata

°° "Dek?" Mas Jiddan? Ya itu suaranya. Sudah! Sudah! Kamu memang harus merelakannya Syafa! batinku. Aku yakin aku sedang berhalusinasi mendengar suaranya. "Maafkan aku Mas, aku janji aku tak kan menyalahi takdirku lagi. Aku ikhlas," ujarku pelan. "Dek?" "Sudah Mas, tenanglah disana aku ikhlas sungguh," lanjutku dengan menyeka air mataku yang terus merembes. "Syafa?" Kenapa? Apa telingaku yang terganggu? Suara ini nyata! Tapi mana mungkin Mas Jiddan hidup lagi. Air mataku semakin bercucuran, nyatanya aku masih tidak bisa merelakannya. "Hey!" Kali ini aku akan memastikan siapa yang berbicara. Aku mengangkat wajahku dan mendapatkan Mas Jiddan berdiri disana. Ini benar Mas Jiddan atau hanya ilusiku? "Mas Jiddan?" gumamku sambil terus mengucek mataku berharap ini benar-benar nyata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN