°° Benar. Sedari tadi aku tidak melihatnya padahal kukira ia mengikutiku ternyata aku tidak melihatnya. Sampai-sampai aku melupakannya. "Siapa dia?" "Nanti saja Syafa jelaskan, sekarang Syafa harus menyusulnya," ujarku berdiri dan segera mencari Mas Farhan. Aku sungguh tidak enak hati kepadanya. Dia yang menolongku sampai akhirnya aku bisa bertemu dengan Mas Jiddan. "Kau ini gimana si Fa?" kesalku pada diriku sendiri. Aku terus berjalan kearah depan tapi nihil tak kulihat dia, kupercepat langkahku menuju pintu masuk rumah sakit, tak ada juga. Di mana Mas Farhan? Apa dia marah dan langsung pulang? "Sudah Syafa! Jangan sering menerka-nerka!" peringatku. Mulai hari ini aku berjanji aku tidak akan berfikir buruk tentang seseorang, apalagi tragedi kemarin. Cukup sudah! Akan ku jadikan p

