°° Aku bergelut dengan dapur pagi ini, rutinitas pagi menyiapkan kebutuhan pangan suamiku. Kutata semua masakan yang sudah matang, "Masak apa hari ini? Baunya sangat sedap sayang." ujar Mas Jiddan turun dari tangga. "Udang tepung sama tumis kangkung Mas," "Keliatannya sungguh lezat, udah gak sabar," ku siapkan piring dan mengambilkan sarapan untuknya. "Segini cukup Mas?" tanyaku. Mas Jiddan mengangguk. Lalu kusodorkan piringnya, "Mau teh apa kopi?" "Air putih saja deh sayang," aku mengangguk paham. Segera kuambilkan segelas air putih untuknya. Aku kembali menyiapkan bekal yang akan dibawa Mas Jiddan ke kantor. Semakin hari Mas Jiddan semakin manja, ia tak kan memakai dasi bila tidak dipasangkan. Alasannya kalau dia yang memasang tidak pas, yang miring lah yang begitu lah. Alasan kla

