°° "Jangan di pikirkan lagi ya Sya," ucapnya membuyarkan lamunanku. "Iyaa Mbak," jawabku sambil tersenyum. "Besok aku akan pergi ke Yaman aku di tunjuk sebagai relawan pengajar di sana," Aku kaget bukan main. Mbak Mira akan pergi jauh lagi, "Apa Mbak yakin dengan keputusan ini? Apa aku meminta untuk Mas Jiddan menceraikan ku-" "Tidak-tidak!" potongnya. "Tidak Sya, tidak perlu. Kamu meminta cerai untuk apa? Untukku? Tidak perlu Sya. Sungguh. Aku ikhlas Sya, mungkin Jiddan bukan jodohku. Aku menerima semua itu dengan hati yang besar. Jadi kamu jangan minta cerai ya?" katanya sambil menoel hidungku. "Tapi Mbak-" "Tidak ada tapi. Nanti setelah aku pulang dari Yaman, aku harus menjadi seorang tante. Aku mau ponakan yang lucu ya," katanya mencoba mencairkan suasana. "Apa Mas Jiddan ta

