°° Sedari tadi aku mencoba menghubungi Namira tapi tetap saja operator yang menjawab, membuatku semakin dan semakin uring uringan. Apa dia tidak tau aku mengkhawatirkannya? Aku mengacak rambutku kesal, kenapa dengan Mira sebenarnya. Tok.. Tok.. Tok.. "Mas makan malamnya sudah aku siapkan," terdengar suara Syafa dari luar. Aku melangkah membuka pintu, "Aku tidak lapar." jawabku ketus. Terlihat perubahan wajah di raut mukanya, aku benar benar tidak ingin diganggu siapapun saat ini. "Yasudah nanti kalau lapar, bilang ya Mas biar nanti aku panasin," Aku hanya mengangguk dan menutup pintu tanpa menunggu persetujuannya. Aku kembali ke tempat duduk dan memikirkan kemana Namira ini. Drtt.. Drtt.. Drtt.. Cepat cepat kuambil handphoneku berharap itu adalah Namira yang menghubungiku, tapi zo

