bc

Wave of life

book_age16+
29
IKUTI
1K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

Mutiara hanafi, wanita tangguh penyabar dan berpendidikan tinggi. Ia hidup bahagia bersama kedua orang tuanya. Dan setelah kepergian ayahandanya ia mulai mengalami penurunan kebahagiaan. Perlahan laki-laki yang menjadikanya sebagai istri dan tentunya dengan diiringi ijab kabul dan resepsi pernikahan yang meriah, tidak merasakan kebahagiaan dalam rumah tangganya setelah orang tua dari suaminya ikut andil dalam rumah tangganya.

orang tua sandi berusaha menghalalkan berbagai cara untuk membuat rumah tangga Sandi dan Mutia hancur, karena Sandy akan dijodohkan dengan gadis pilihannya yaitu dengan seorang bidan desa yang telah berhasil mengambil hati orang tua Sandi yaitu ibu Ulfa Maya nama orang tua dari Sandi.

orang tua yang bertabiat angkuh sombong dan ingin menang sendiri itu, berusaha menguasai akan anak laki-lakinya. Mutia hanya bisa berpasrah dengan nasib yang sedang ia rasakan saat ini, dengan rasa ikhlas dan berserah diri ke sang maha pencipta semesta alam yaitu Allah subhanahu wa ta'ala, bahwa problema rumah tangganya akan menemukan titik terang dan semuanya bisa terselesaikan dengan baik dan damai.

perasaan kecewa bercampur aduk dengan kepedihan yang teramat dalam karena suaminya telah berubah sikap terhadap nya yang tadinya peramah dan baik hati kini telah menjadi suami yang tidak peduli terhadap Mutia dan juga anaknya. Sehingga Muti sampai melakukan kehilfan yang mendalam dengan melakukan hal terlarang dengan seorang yang sangat mencintainya, yaitu teman dari masih duduk di bangku kuliah hingga sekarang. Dimas nama teman Muti yang hingga kini belum bisa menghilangkan Muti dari dalam hatinya.

Mampukah Muti menahan penderitaan didalam rumah tangganya ?

Yang hidup berdampingan dengan seseorang yang sangat mencintainya dengan tulus dan rendah hati?

Sumber cover :w*****d (close)

chap-preview
Pratinjau gratis
Seorang gadis
Mutiara Hanafi wanita tangguh, penyabar dan berpendidikan. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya laki-laki dan kakak keduanya yaitu perempuan. Ayah Muti bernama Hanafi Irawan dan lbu bernama Aisyah Salma. Mereka hidup bahagia dengan keluarga kecil mereka, harmonis dan sejahtera. Ayah Muti adalah seorang pendidik yang mengabdikan dirinya di sekolah dasar negeri srindang wangi. Dimana sekolah dasar tersebut dekat dengan tempat tinggalnya dan Beliau menjabat sebagai kepala sekolah di SDN tersebut. Muti pun merasa hidup bahagia bersama dengan ayah, ibu dan Kakak-kakaknya. Ia selalu berdo'a semoga kebahagiaan yang Muti rasakan akan berlangsung terus hingga masa tuanya nanti. Mutia kini sedang menempuh pendidikanya di bangku SMA tepatnya kls 11 dan mengambil jurusan Manajemen. Muti mempunyai teman yang bernama Dimas. Mereka saling mengenal namun tidak begitu akrab. Dan keduanya sama-sama pendiam, jadi misal mereka bertemu pun hanya sekedar menyapa sembari tersenyum. Tapi Dimas adalah seorang yang gemar membaca atau dalam arti kutu buku, sedangkan Muti adalah seorang yang gemar menulis, jadi misal keduanya di peradukan maka suasana akan terasa hening sekali. Dimas adalah anak kelima dari lima bersaudara. Kakak-kakaknya telah menikah dan bertempat tinggal jauh dari tempat Dimas dan ibunya. Ayah Dimas telah meninggal dunia sejak Dimas duduk di bangku Sekolah lanjutan tingkat pertama. Jadi Dimas hanya tinggal bersama ibunda, tapi meski begitu Dimas tidak akan mundur dalam meraih cita-citanya, yaitu ingin mengabdikan dirinya untuk negara di antaranya menjadi tenaga pendidik di sekolah dasar. Kakak-kakak Dimas pun semua sayang kepada Dimas termasuk kakak-kakak iparnya. Hingga Dimas melanjutkan sekolah dibiayai oleh mereka. Dimas pun merasa berhutang Budi ke saudara-saudaranya itu. Ia berdo'a semoga di kemudian hari, kelak ia diberi kesuksesan dan hidup bahagia dengan berlimpahan harta benda. Supaya ia bisa membantu orang-orang yang membutuhkannya. Tahun-demi tahun telah terlewati dan sekolah lanjutan tingkat Atas pun telah selesai. Kini saatnya Dimas melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Jarak rumah Dimas ke kampus Alhamdulillah tidak begitu jauh, dan masih bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor. Lain dengan Muti ia berangkat ke kampus dengan menggunakan kendaraan angkot. Sebenarnya ayah Muti mempunyai kendaraan Mobil pribadi tetapi bagi ayah Muti beliau ingin mendidik anaknya dengan cara hidup yang sederhana. Kuliah adalah untuk menuntut ilmu bukan untuk pamer harta benda. "Ucap ayah Muti ke anak bungsunya itu." Dimas dan Muti kuliah disebuah kampus yang sama dan sama pula dalam mengambil jurusan. Padahal mereka tidak pernah berkompromi atau ngobrol yang serius tentang pendidikan dan tentang jurusan yang akan mereka ambil. Tetapi mungkin memang mereka mempunyai pemikiran yang sama, jadi walau tanpa berkompromi terlebih dahulu mereka bisa satu jurusan atau satu jalur, yaitu Dimas dan Muti Sama-sama mengambil jurusan PGSD. Padahal Muti sewaktu di SMA ia mengambil jurusan manajemen tetapi karena ayah Muti ingin anaknya mengikuti jejaknya, maka Muti pun mengambil alih jurusan. Semenjak Dimas dan Muti duduk di bangku Universitas kini mereka lebih sering bertemu dan terlihat kompak karna urusan tugas kuliah. Dan karena jarak tempat tinggal mereka yang tidak terlalu jauh, kebetulan Muti dan Dimas pulang ke rumah satu arah, jadi Dimas pun sekalian mengantar jemput Mutiara dikala Muti tidak naik kendaraan Angkot. Hubungan Muti dan Dimas saat ini hanya sebatas teman sekolah saja. Terutama untuk Dimas ia sama sekali belum memikirkan hubungan yang serius. Karena mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang masih minim (kekurangan). Dimas lebih memilih fokus meraih cita-citanya terlebih dahulu dari pada percintaanya. Bagi Dimas meraih cita-cita untuk menggapai kesuksesan adalah tujuan utama dalam hidupnya. Maka dari itu ia tidak pernah menghiraukan jika ada gadis atau wanita yang mendekatinya. Semua teman wanita yang ada dikelasnya Dimas anggap hanya sekedar teman kampus saja, begitu juga dengan Muti. Karena prinsip Dimas adalah jika kesuksesan telah digapai, maka mencari pendamping hidup yang sesuai kriterianya itu akan lebih mudah untuk didapatkan. Tetapi seiring berjalanya waktu, Dimas dan Muti pun sama-sama memiliki rasa kenyamanan jika mereka sedang bersama. Namun Dimas tidak menghiraukan perasaanya itu. Apalah daya Dimas harus mengutamakan prinsipnya, yaitu mengejar kesuksesan terlebih dahulu baru setelah itu ia akan memburu wanita yang menjadi pilihan hatinya. Dan tanpa terasa empat tahun kuliah delapan semester telah ia jalani. Kini Dimas telah mendapatkan gelar sarjana sesuai dengan apa yang ia inginkan. Begitu juga dengan Muti ia juga telah mendapatkan sesuai dengan apa yang Muti inginkan yaitu mempunyai gelar Sarjana pendidikan. Dan jarak waktu satu tahun dari Muti mendapatkan gelar sarjananya tersebut, Dimas Diangkat menjadi ASN ( Aparatur Sipil Negara ) dan kini Dimas telah menjadi seorang pegawai negeri, tentunya pun gaji Dimas perbulannya sudah mulai lumayan dan tahun demi tahun gaji ASN nya pun pasti meningkat. Rasa syukur yang mendalam Dimas panjatkan kehadiarat Allah sang pencipta alam semesta, dengan cara menggelar acara tasyakuran untuk menyantuni anak-anak yatim yang ada di daerahnya. Acara yang sederhana namun mengharukan. Kini Dimas Benar-benar telah melaksanakan keinginannya, yaitu jika ia sukses nanti Dimas ingin berbagi dengan Orang-orang yang membutuhkan. Dan setelah tiga tahun Dimas diangkat menjadi Aparatur sipil negara, baru Mutia menyusul juga Diangkat menjadi ASN, rasa syukur pun terucap dan terpancarkan diwajah Mutia. Ayah Mutia juga merasa sangat lega karena anak bungsunya kini telah masuk ke lingkaran Aparatur sipil negara, sesuai keinginanya. Karena dengan Muti memiliki gaji sendiri, artinya orang tua Muti sudah tidak hawatir lagi dengan masadepan anaknya jika ia kelak meninggalkanya. Dan kini usia Ayah Muti telah semakin tua, fisiknya pun tak setangguh dahulu sewaktu masih muda. Sekarang beliau lebih gampang sakit. Dan untung saja tempat tinggal ayah Muti dengan tempat tugasnya tidak begitu jauh, jadi masih bisa ia jalani hingga menunggu Masa pensiunan datang. Kini dua tahun telah berlalu dari Muti diangkat menjadi Aparatur sipil negara hingga sekarang. Tidak disangka ayah Muti jatuh sakit dan telah diobatkan kemana-mana tetapi hasilnya masih nihil, belum ada perbedaan dari sakitnya itu. Hingga akhirnya ayah Muti dipanggil untuk menghadap Illahi, ( Allah SWT) yaitu tepat di rumah sakit yang ada di daerahnya. Hingga suara tangis keluarga Muti pun terdengar diluaran rumah sakit, karena belum siap ditinggal oleh sosok seorang ayah tercinta. Namun apalah daya, takdir berkata lain. Dan disaat kepergian ayahanda Muti menghadap Sang illahi, teman-teman guru Muti dan juga ayahandanya pun turut berdatangan menuju tempat kediaman Mutiara untuk berta'ziah ke almarhum ayahandanya. Dari berbagai penjuru, para tenaga didik yang pernah beliau sambangi mereka semua turut datang dan mengucapkan bela sungkawa. Maklum ayah Muti adalah seorang ASN yang mempunyai jabatan kepala sekolah dan mempunyai skil yang cukup bagus dimata rekan-rekan didiknya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
14.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.6K
bc

TERNODA

read
199.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
69.5K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook