============================== Memang gila, bahkan aku yang awalnya bilang tidak bisa tanpamu pun kini terbiasa. =========== Bagian 26 ::::::::::::::::: Aku menatap Arisen yang kini tidak kunjung pulang. Dia tetap duduk di dalam mobil sedangkan aku berdiri di luar mobilnya. Mata Arisen terus memandangku, hingga membuatku salah tingkah. "Kamu nggak pulang?" tanyaku sedikit canggung. Pasalnya setelah dia mengatakan tentang siapa Sirena sebenarnya, aku memang lebih memilih diam. Bukan karena aku marah dengannya, tapi aku lebih berpikir tentang kenapa dia kembali memilihku disaat ada Sirena yang jelas begitu sempurna? Kenapa dia harus susah payah kembali meyakinkan aku disaat ada Sirena yang bersedia bersamanya tanpa usaha lebih? Em, maaf. Aku lupa tentang fakta kaum laki-laki yang l

