================================= Aku bukan tempat untuk pulang seseorang yang sudah memilih pergi. ========== Bagian 25 ::::::::::::::::: Arisen dan Haru saling tatap. Tatapan mereka yang sama-sama tajam berhasil menciptakan suasana panas yang mengerikan. Posisiku masih sama, sedangkan Haru mulai melangkah, lalu duduk di sofa. Sedetik setelah Haru duduk, Arisen tertawa kencang. Benar-benar tawa renyah yang berhasil sedikit mengusik ekspresi Haru. Jelas aku mendongak menatap Arisen yang masih tertawa, memperhatikan tawa yang muncul setelah hawa panas yang dia ciptakan. "Ngimpi lo panggil Nadya, Sayang?" tanya Arisen dengan nada mengejek. Haru berdiri kaku dengan senyum lebar merekah miliknya. "Nggak, gue nggak mimpi. Gue beneran balikan sama Nadya, kok." Jawaban yang berhasil mend

