Pagi hari yang indah tidak bisa menghilangan rasa sedih di hati Arhan hari ini. Kekasih hatinya akan pergi meninggalkannya untuk sementara waktu. Mata hangat itu terus menghujami Layla, dirinya tidak mau melepaskan tautan tangannya yang kini semakin mengerat ketika suara pemberitahuan keberangkatan terdengar. "Yang" panggil Layla menunjukan senyumannya untuk terakhir kali. "Harus?" tanyanya putus asa. Layla mengangguk, "kamu bilang nanti" ucap Arhan lagi sedih karena jadwal keberangkatan Layla maju. "Ada sesi wawancara Han, sekalian nyiapin semuanya. Jangan gini ah, kamu udah janji nggak nangis lho" Arhan menggeleng tidak mau melepaskan tangan Layla, "jangan" "Yang, udah telat" Arhan tetap menggeleng, Layla menengok menatap Yuda yang sudah berdiri di belakangnya mengodenya agar Yud

