Ryan dan Maya benar-benar melakukan ciuman yang lebih hot dari sebelumnya. Tujuh tahun menahan diri, tujuh tahun terpisah jarak dan waktu. Ryan dan Maya saling menatap, mata mereka berbinar dengan gairah yang tak terbendung. Mereka berdua terjebak dalam kenangan masa lalu, saat cinta mereka masih muda dan penuh semangat. "I love you, Maya," kata Ryan, suaranya begitu lirih terdengar. Maya mengangguk, rambutnya bergoyang. "Aku tahu, Ryan. I love you too." Mereka berdua kembali bersatu dalam ciuman yang panas, menghilangkan kekosongan tujuh tahun. Waktu terasa berhenti, hanya ada mereka berdua. Hampir saja mereka melakukan kesalahan yang sama seperti tujuh tahun silam. Telapak tangan Ryan hendak menyelusup masuk ke dalam rok A-line berwarna hitam yang dikenakan oleh Maya. Beruntung, Maya

