"Bro, gue mau nyetir, dong!" Bram mengernyit, dan menoleh cepat ke Guntur. "WHAT? No." "Hey, lo nggak capek nyupirin gue mulu? Gantian, dong." Bram menggeleng, dan dengan serius, terus menyetir agar pulang dengan selamat. "Buddy, gue belum nikah. Dan gue masih mau hidup. So ... nggak, lo nggak boleh nyetir sekarang." "Oh, come on! Jalanan komplek 'kan sepi. Gue nyetir sampai depan rumah gue aja, deh! Plis!" Bram mendengus. "Gue ragu, kita masih hidup saat sampai depan rumah lo." "Oh, lo meremehkan seorang Guntur Lesmana." Guntur berdecak, dan menekuk wajahnya. Tiba-tiba ia punya ide. Ia memasang wajah puppy face, dan memandang Bram penuh harap. "Bram ... plis, plis, plis, plis, plis,

