Bab 16

1554 Kata

Bram sering kali merasa seperti menjadi 'ayah' bagi Guntur.                 Ia selalu memarahi Guntur, setiap Guntur melakukan hal-hal gila. Entah apa yang ada di otak Guntur, mungkin otaknya hanya ada permen kapas dan pelangi, karena Guntur adalah orang yang selalu bahagia dan penuh percaya diri. Ia seperti tanpa beban. Makanya ia kadang tidak berpikir panjang, sebelum berbicara. Membuat Bram merasa dibohongi soal 'pernah menyetir' itu.                 Bram masih diam, dan tidak mau bicara dengan Guntur. Untuk kesalahan kali ini, Bram tidak mau berbaik hati memafkan tingkah gila sahabat bodohnya itu.                 Bram memilih berbalas chat dengan Disa. Ia sungguh merasa aneh dengan semua balasan Disa. Rasanya berbeda.                 Kok gue malah ngerasa chat sama Stella, sih?!  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN